MENGGALI POTENSI




KREATIVITAS, ESTETIKA DAN MOTIVASI BERPRETASI

KREATIVITAS

Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik yang benar-benar merupakan hal baru atau sesuatu ide baru yang diperoleh dengan cara menghubungkan beberapa hal yang sudah ada dan menjadikannya suatu hal yang baru.

ESTETIKA

Estetika berasal dari kata Aesthesis yang berarti perasaan, persesi, selera atau taste. Estetika merupakan cara merespon terhadap stimuli, terutama lewat persepsi indera, tetapi juga dikaitkan dengan proses kejiwaan, seperti asosiasi, pemahaman, imajinasi dan emosi. Ilmu estetika adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan. Estetika dalam hubungannya dengan kreativitas adalah hal yang berkaitan dengan proses menciptakan karya yang indah. 

Terciptanya kreativitas dimulai dari imajinasi yang kemudian menghasilkan ide/gagasan. Dari ide/gagasan tersebut dihasilkan suatu produk. Untuk mendapatkan produk yang terbaik perlu disempurnakan dengan berbagai inovasi yang didukung oleh teknologi dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas, sehingga menghasilkan produk yang paten dan siap dipasarkan.

TEORI GUILFORD

Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Beberapa kriteria dari seseorang yang kreatif menurut Guilford adalah sebagai berikut:
  1. Kelancaran (fluency), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
  2. Keluwesan (flexibility), yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap suatu masalah
  3. Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara lebih rinci
  4. Keaslian (originalitas), yaitu kemampuan untuk mencetus gagasan dengan cara-cara asli dan tidak klise
MOTIVASI BERPRESTASI

Motivasi berprestasi adalah dorongan atau usaha untuk menggapai prestasi atau kesuksesan dengan standar keunggulan yang telah dievaluasi. Salah satu aspek yang mempengaruhi kreativitas adalah motivasi, termasuk didalamnya motivasi berprestasi. Seseorang yang memiliki ciri-ciri kreativitas tinggi biasanya memiliki motivasi berprestasi yang tinggi pula. Agar kreativitas dapat terwujud, dibutuhkan adanya dorongan atau motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang, yang disebut "Motivasi Intrinsik" atau motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang disebut "Motivasi Ekstrinsik". Prestasi yang didapatkan sudah tentu dipengaruhi oleh hasil aktivitas belajar yang disiplin dan tergantung seberapa besar usaha seseorang dan kemampuan yang maksimal.

- May -

Referensi:
Ibu Serepina Tiur Maida's presentation 
https://www.tipspengembangandiri.com/mengembangkan-potensi-diri/



Comments

Popular Posts