Jangan takut menghadapi resiko!


 
Apa kalian pernah mendengar kisah sukses dari Bpk. Zulkifli Hasan? Beliau adalah mantan Menteri Kehutanan Republik Indonesia (periode 2009-2014) dan mantan Ketua MPR RI (periode 2014-2019). Beliau adalah seorang pengusaha sukses yang memulai usahanya lewat tekad yang kuat dan keberanian untuk mengambil resiko. Beliau merintis menjadi pengusaha sejak muda tanpa modal sedikitpun. Dengan keberanian menggadaikan ijazah SMA, beliau mengambil barang yang kemudian akan dijual lagi. Keberanian itulah yang menjadi awal kesuksesan Bpk. Zulkifli Hasan. Beliau pernah berpesan kepada para pengusaha muda bahwa "keberanian mengambil resiko akan membentuk mental wirausaha yang kuat".

Berani mengambil resiko merupakan salah satu kunci memulai usaha. Keberanian yang dimaksud seperti:
1.  Berani rugi
2.  Berani mengambil keputusan
3.  Berani menghadapi masalah
4.  Berani untuk bangkrut
5.  Berani menahan diri untuk tidak menggunakan uang perusahaan untuk tujuan bersenang-senang, dll

Untuk mengambil resiko dibutuhkan tekad dan komitmen yang kuat, usaha terus menerus (pantang menyerah) untuk mencari peluang sampai memperoleh hasil yang maksimal. Selain itu diperlukan juga kemampuan khusus seperti:
1.  Keyakinan pada diri sendiri
2.  Kemampuan mencari peluang untuk memperoleh keuntungan
3.  Kemampuan untuk menilai situasi resiko secara realistis


Resiko memang kelihatan "menakutkan" dan membuat keadaan menjadi tidak menyenangkan. Namun, menghadapi dan melewatinya dengan berani merupakan satu-satunya jalan menuju puncak kesuksesan. Tidak masalah seberapa sering kita gagal dalam m
engatasi resiko yang ada. Yang terpenting adalah manfaat dan pengalaman yang bisa kita dapatkan yang tidak ternilai harganya dan peluang untuk mendapatkan pencapaian yang lebih besar lagi.

Berikut ini adalah tayangan kunci sukses dalam menghadapi resiko:


Gimana? Apa kalian sudah punya rencana untuk masa depan? Ayo, jangan takut untuk menghadapi resiko dan jangan pantang menyerah ya! Good  luck and have a nice day!

- May -


Referensi:
Ibu Serepina Tiur Maida's presentation



Comments

Popular Posts